Suarabekasinews.com,Jakarta –
Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto menggelar pertemuan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan se-Indonesia, bertujuan mensosialisasikan tentang pencegahan dan penanganan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pertemuan digelar pada Jum’at (29/11) bertempat di Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta,pukul 18:30 Wib berlangsung secara tertutup dari para awak media.
Menkes Terawan menyatakan bahwa pembahasannya sesuai dari arahan Presiden Joko Widodo yang disampaikan kepadanya. Terkait visi dan misi yang selanjutnya menjadi fokus bersama,baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Fokusnya ya sama,yaitu BPJS, stunting,angka kematian ibu dan angka kematian bayi,kemudian harga obat,dan juga pemakaian alat kesehatan. Bikin dalam lagi,” ujar Menkes Terawan.
Menkes mengakui bahwa permasalahan yang dibahas itu berkaitan dengan membengkak biaya BPJS Kesehatan. Pelaksanaan mulai dari administrasi hingga penerapan pelayanan kesehatan di tiap daerah harus diperhatikan dengan teliti. “Kan ini namanya limited budgeting kok diperlakukan unlimited medical services. Itu jelas akan menjadikan pengaruh yang sangat besar,”tuturnya.
Penekanannya,kata Terawan, mengacu pada Undang-undang Pasal 19 Nomor 40 Tahun 2004. Pasal tersebut menjelaskan tentang pelayanan kesehatan dasar yang utamanya harus diterapkan. “Kalau dibikin unlimited medical services pasti akan menjadi collabs,” pungkasnya.
Pada pertemuan tersebut,hadir pejabat Kementerian Kesehatan serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) seluruh Indonesia. Di antaranya,Kadinkes Papua Barat Otto Parorrongan,Kadinkes Maluku Utara Idhar Sidi Umar,Kadinkes Bali Ketut Suarjaya,Kadinkes Provinsi Riau Mimi Nazir.
Hadir juga Plt. Kadinkes Kalimantan Timur Andi M Ishak, Kadinkes NTT Dominikus Minggu, Kadinkes Bangka Belitung Mulyono. Kadinkes Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan, Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti, Kadinkes Kalteng Suyuti Syamsul, Kadinkes Sulawesi Utara Debie Kalalo, Plt. Kadinkes Gorontalo Misranda Nalole, Kadinkes Bengkulu Herwan Antoni. (Git/***)




